Jumat, 27 Juli 2018

المُربي العلّامه الحبيب عمر بن حفيظ حفظه الله

إن أعظم المنقذات من الغفلات *أخذ العلم عن أهله ..
Sesuatu yang amat sangat besar untuk menyelamatkan seseorang dari berbagai bentuk lupa kepada Allah
Yaitu mengambil ilmu dari para ulama [ dengan sanad yang jelas ]
ومن هم أهله ؟
أهله هم الذين تزداد خشية كلما جلست معهم
Siapakah mereka ini...???
Mereka-lah yang setiapa engaku duduk bersama-nya akan menambah perasaan takut kepada Allah di dalam dirimu
يُعلّمونك التواضع ، يُعلّمونك الخضوع للرّب
يُعلّمونك الإستعداد لدار المعاد ..
Mereka yang mengajarkan kepada dirimu perasaan rendah hati mengajarkan kepada dirimu bersimpuh di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengajarkan kepada dirimu untuk selalu mempersiapkan kehidupan akhirat
يملأُون قلبك بمحبة المؤمنين
يفتحون لك البصيرة لتتهم نفسك بالسوء ، وتظن بالمسلمين الخير
Memenuhi hatimu dengan kecintaan kepada orang-orang yang beriman membuka mata hatimu agar jiwamu tidak menganggap kejelekan dan selalu berprasangka baik kepada orang-orang Islam
( إنما يخشى الله من عباده العلماء ) أخذُ العلم عن أهله هو الأمر الذي عليه المدار في انكشاف حُجُب الغفلة
"...Hanya saja yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah para ulama..."
Mengambil ilmu dari ulama yang memang memiliki
sanad yang jelas
yang Sholeh
adalah merupakan perintah dari sisi Allah subhanahu wa ta'ala
dan hal ini memiliki satu andil yang besar untuk membuka seluruh bentuk penutup penutup hati yaitu kelupaan kepada Allah Swt
ولقد جاء في صحيح مسلم عن ابن سيرين رحمه الله أنه كان يقول :
( إن هذا العلم دين فانظروا عمّن تأخذون دينكم )
Disebutkan di dalam shahih Imam muslim
dari Ibnu Sirin semoga Allah meridhoi-nya...
beliau berkata
Sesungguhnya ilmu agama ini adalah menentukan kualitas ke-agama-an di dalam diri seseorang
maka lihatlah kepada siapa
kamu  mengambil ilmu agama ini...

Kamis, 19 Juli 2018

10 SIFAT WANITA YANG HARUS DIHINDARI


1. ANNANAH
Perempuan yang banyak mengaduh dan mengeluh.

2. MANNANAH
Perempuan yang mengungkit ungkit kebaikan kepada suaminya

3. HANNANAH
Perempuan yang menyayangi suami orang lain atau menyayangi suami sebelumnya, sehingga mengabaikan hak suaminya yang sekarang

4. HADDAQAH
Perempuan yang suka melirik segala sesuatu sehingga menginginkannya dan membebani suami untuk membelikannya

5. BARRAQAH
Menghabiskan waktu untuk bersolek ( tabaruj) untuk laki laki lain

6. SYADDAQAH
Banyak bicara/cerewet

7. MUKHTALI'AH
Perempuan yang tiap saat minta cerai tanpa sebab

8. MUBARIYAH
Suka membanggakan diri sendiri

9. AHIRAH
Tidak bisa menjaga kehorhamatan diri sendiri (genit)

10. NASYIZ
Merasa lebih tinggi dari suami

Jadilah wanita wanita yang di muliakan Allah. Dan menjadi sebaik baiknya wanita yg di rindukan syurga.

Rabu, 18 Juli 2018

CINTA...

“Cinta….
Siapa dia? Hadirnya penuh tanya
Membawa sesuatu yang baru dalam hidupku
Sebuah rasa yang tak bisa ku jelaskan padamu
Cinta…
Manakala hati merasakan sebuah sentuhan itu
Tersenyum ku dalam sebuah renungan
Dapat ku dengar suara hati kecilku
Bernyanyi menyenandungkan irama degup jantungku
Menari ku dalam hamparan impian
Cinta…
Ketika mata ini mampu menatapnya lebih tajam
Ketika bibir ini mampu berucap kasih untuknya
Ketika telinga ini mampu mendengarkan suara indahnya
Ketika kaki ini mampu melangkah lebih kokoh untuknya
Cinta…
Ketahuilah..hatiku berteriak ku cinta padanya
Cinta…
Ketahuilah..dia adalah kamu. Kamu yang ku cinta
Kamu yang memberikan warna-warna baru dalam hidupku
Menyinari hari-hariku bersamamu
Kau jantung hatiku
Kau pengobar semangat dalam setiap langkah hidupku
Kau keindahan penyejuk mataku
Percayakan hatimu untukku..
Kan ku jaga, bahagiakan slalu
Karna kaulah cintaku

Senin, 16 Juli 2018

BERBEDA PENDAPAT

Suatu ketika Imam Malik menyampaikan dalam majlis: “Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”

Terhadap hal yang demikian, Imam Syafi’i, sang murid punya pendapat lain. Seandainya seekor burung tidak keluar dari sangkarnya, bagaimana mungkin ia akan mendapatkan rezeki.

Masing-masing bertahan pada pendapatnya. Hingga pada suatu hari saat tengah meninggalkan pondok, Imam Syafi’i melihat serombongan orang tengah memanen anggur, dan iapun lalu membantunya. Tatkala pekerjaan itu selesai, Imam Syafi’i mendapatkan imbalan beberapa ikat anggur sebagai balasan jasa kebaikannya.

Imam Syafi’i girang sekali. Bukan semata karena mendapatkan anggur, tetapi pemberian itu telah menguatkan pendapatnya. Jika burung tak terbang dari sangkar, bagaimana ia akan mendapat rezeki. Jika seandainya ia tak membantu memanen, niscaya ia tak akan mendapatkan anggur.

Bergegas ia segera menjumpai gurunya. Lalu sambil menaruh seluruh anggur yang didapatnya, ia pun menceritakan kisah yang terjadi.
Imam Syafi’i sedikit mengeraskan pada bagian kalimat “seandainya saya tidak keluar pondok dan melakukan sesuatu (membantu memanen), tentu saja anggur itu tidak akan pernah sampai di tangan saya.”

Mendengar itu Imam Malik tersenyum seraya mengambil anggur dan mencicipinya. Imam Malik berkata: “Sehari ini aku memang tidak keluar pondok. Hanya mengambil tugas sebagai guru, dan sedikit berpikir alangkah nikmatnya kalau dalam hari yang panas ini aku bisa menikmati anggur. Lalu tiba-tiba engkau datang sambil membawakan beberapa ikat anggur untukku.

Bukankah ini juga bagian dari rezeki yang datang tanpa sebab. Cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rezeki. Lakukan yang menjadi bagianmu, selanjutnya biarkan Allah yang mengurus lainnya.”

Kedua orang guru murid itu kemudian tertawa. Dua Imam madzab yang mengambil dua hukum yang berbeda dari hadits yang sama.

___

Berbeda bukan berarti berpisah jalan
Berbeda bisa berarti saling mendukung.