“Sedih (karena Allah) di dunia menghilangkan keresahan di akhirat dan (terlalu) gembira di dunia menghilangkan manisnya beribadah.”
Hidup ini jangan terlalu santai, dan bersenang-senang karena kita sedang berjalan menuju kematian ke alam dimana kita akan mempertanggungjawabkan semua amal kehidupan kita.
Kadang kasihan melihat diri ini, merasa telah puas berbuat baik padahal yang sesungguhnya adalah telah berbuat buruk kepada Allah dan dirinya sendiri.
Mengaku dermawan padahal kikir, mengaku cinta pada Allah dan Rasul-Nya tapi benci kepada Ulama yang mensyiarkan agama Allah.
Kita akan semakin hina dan tersiksa bila tak bisa hidup tanpa keagungan iman, dan penghambaan yang tulus kepada Rabb-
yang Maha mulia yang patut dicinta.
Janganlah kita berhenti berharap kepada Allah, mendekatkan diri kepadanya dalam setiap hal / keadaan.
Orang-orang yang senantiasa bertaqarrub, Allah akan memberinya kecerdasan batin hingga dengan karunia Allah ‘Azza wa Jalla kaum muslimin mampu mendapatkan faedah tak ternilai untuk menjadi seorang mukmin yang ikhlas, qona’ah dan menjalani roda kehidupan selaras dengan syari’at-Nya.
Semoga kita bisa mengambil ibrah berharga dari Rasulullah,s.a.w bagaimana pun derajat yang tinggi diberikan pada beliau, beliau tetap bersyukur mendekatkan diri kepada-Nya, dengan mengingat itu In_Syaa Allah mampu menambah nutrisi keimanan dan mewariskan energi positif untuk meneladaninya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar