Memasuki usia 40 bukan berarti langkah mulai melemah. Justru di usia ini, hati perlu lebih sering diajak pulang, hidup perlu lebih banyak disederhanakan, dan bekal akhirat perlu uh-sungguh dipersiapkan.
makan berlebihan
tidak dilarang, tetapi pai nafsu lebih sering Bagikanlar ipada kendali diri. Perbanyak puasa sunnah, agar tubuh lebih sehat, pikiran lebih jernih, dan hati lebih mudah tunduk kepada Allah.
2. Kurangi tidur terlalu lama
Tidur secukupnya adalah nikmat, tetapi jangan habiskan malam hanya untuk lelap tanpa makna. Bangunlah di sepertiga malam, meski hanya dua rakaat dan beberapa doa yang lirih. Kadang, di waktu sunyi itulah hidup terasa paling dekat dengan Allah.
3. Kurangi bicara yang tidak perlu
Tidak semua hal perlu dijawab. Tidak semua komentar harus dibalas. Jaga lisan, perbanyak dzikir dan istighfar, karena satu ucapan bisa mengangkat derajat, tetapi bisa juga menjadi sebab penyesalan.
4. Kurangi mengejar hidup mewah
Hidup sederhana bukan tanda kekurangan, melainkan tanda hati yang tahu batas cukup. Perbanyak sedekah, karena harta yang benar-benar menjadi milik kita adalah yang kita titipkan di jalan Allah.
5. Kurangi terlalu sibuk bergaul
Bukan berarti menjauh dari manusia, tetapi berilah ruang untuk mendengar suara hati sendiri. Perbanyak muhasabah, ingat kembali dosa-dosa yang perlu ditaubati, niat yang perlu diluruskan, dan hati yang perlu dibersihkan.
.6 Kurangi mengeluh
Hidup memang tidak selalu ringan, tetapi keluhan tidak selalu membuat beban berkurang. Latih diri untuk lebih banyak bersyukur dan berdoa. Sebab hati yang bersyukur akan lebih kuat, dan doa yang tulus tidak pernah sia-sia di sisi Allah.
7. Kurangi kesibukan dunia yang berlebihan
Bekerja tetap penting, mencari nafkah tetap mulia, tetapi jangan sampai dunia membuat kita lupa arah pulang. Perbanyak amalan akhirat: shalat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, menjaga amanah, dan berbuat baik meski sederhana.
8. Kurangi berharap kepada manusia berubah Manusia bisa berubah, bisa lupa, bisa mengecewakan. Gantungkan harapan hanya kepada Allah, karena Dia paling tahu isi hati, paling dekat saat kita rapuh, dan tidak pernah meninggalkan hamba yang kembali kepada-Nya.
Usia 40 bukan akhir perjalanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar