Rabu, 05 April 2017

BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH

Banyak orang beranggapan bahwa tawakkal cukup berdoa tanpa berusaha, jelas ini tidak benar!
Sebab Tawakkal akan sia-sia jika tidak melakukan ikhtiyar (usaha) yang maksimal, Simaklah hadits mulia ini:

Dari Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

“Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[HR.Tirmidzi]

Al Munawi mengatakan, ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki, yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki.”[syarhul hadits Atturmudzi]

Al Baihaqi menegaskan di dalam kitab Syu’abul Iman:
Hadits ini bukanlah dalil untuk duduk-duduk santai, enggan melakukan usaha untuk memperoleh rizki. Bahkan hadits ini merupakan dalil yang memerintahkan untuk mencari rizki karena burung tersebut pergi di pagi hari untuk mencari rizki. Jadi,seperti itulah yang dimaksudkan dengan hadits ini

Seandainya mereka bertawakkal pada Allah Ta’ala dengan pergi dan melakukan segala aktivitas dalam mengais rizki, kemudian melihat bahwa setiap kebaikan berada di tangan-Nya dan dari sisi-Nya, maka mereka akan memperoleh rizki tersebut sebagaimana burung yang pergi pagi hari dalam keadaan lapar, kemudian kembali dalam keadaan kenyang. Namun ingatlah bahwa mereka tidak hanya bersandar pada kekuatan, tubuh, dan usaha mereka saja, atau bahkan mendustakan yang telah ditakdirkan baginya. Karena ini semua adanya yang menyelisihi tawakkal.”[Ibnu ‘Alan Asy Syafi’i : Kitab Dalilul Falihin]

Imam Ahmad pernah ditanyakan mengenai seorang yang kerjaannya hanya duduk di rumah atau di masjid. Orang yang duduk-duduk tersebut pernah berkata, ”Aku tidak mengerjakan apa-apa. Rizkiku pasti akan datang sendiri.” Imam Ahmad lantas mengatakan, ”Orang ini sungguh bodoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda,

إِنَّ اللَّه جَعَلَ رِزْقِي تَحْت ظِلّ رُمْحِي

”Allah menjadikan rizkiku di bawah bayangan tombakku.”[HR.Ahmad]

Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa ayat juga menyuruh kita agar tidak meninggalkan usaha sebagaimana firman-Nya,

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ

”Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang.” (QS. Al Anfaal: 60).
"Wallahu A'laam bis shawab"

Semoga Allah Ta'ala membimbing kita untuk menjadi lebih tawakkal dihari-hari kedepan...Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin...

Selasa, 04 April 2017

AKU BERTERIMA KASIH KEPADAMU YANG MEMILIH PERGI DAN MENGKHIANATI

Akhirnya, Allah menjawab semua pertanyaan-pertanyaanku tentangmu. Kamu berkhianat diantara doa-doaku tentangmu. Memilih seseorang yang baru dan meninggalkanku tanpa kata. Aku memang sakit hati dan patah. Namun, ada hal-hal yang harus kusyukuri setelah kehilanganmu.
Kehilanganmu sekarang lebih baik daripada nanti.

Kehilanganmu memang memilukan. Aku seakan kehilangan gairah untuk hidup. menangis berkali-kali tanpa henti. Memakimu tanpa basa-basi. Aku benar-benar mengalami kebodohan yang luar biasa. Kamu yang aku nanti, ternyata hanya sekedar pengkhianat. Seseorang yang tidak mampu menepati janji. Seseorang yang mudah berganti hati. Aku pun menyadari, jika aku tidak kehilanganmu sekarang, mungkin nanti aku akan lebih patah lagi. Aku tak bisa membayangkan jika kita masih bersama hingga ke jenjang pernikahan.

Melihat kamu bersama yang lain memang bukan keinginan. Ditinggalkan dan dikhianati bukan hal yang mudah dilalui. Namun, aku percaya rencana Allah jauh lebih indah dari harapanku. Allah lebih tahu apa yang terbaik. Saat aku mengira kamu yang terbaik, Allah menunjukkan bahwa hatiku telah salah memilih. Kehilanganmu adalah cara Allah menjagaku. Allah tidak ingin aku hidup bersama pengkhianat di masa depan. Melindungiku dari luka yang lebih parah. Allah teramat mencintaiku, hingga mencegah kejahatanmu bertambah lagi padaku. Suatu saat nanti, Allah akan mempertemukanku dengan seseorang yang benar-benar bisa menjaga hati.

Kehilanganmu menjadikanku pribadi yang lebih kuat.

Aku memang terjatuh seketika. Saat kamu memilih lepas dan menggenggam yang lain. Semua mimpi yang susah payah aku pertahankan tiba-tiba runtuh begitu saja. Namun, aku harus tetap hidup kembali. Hidup untuk orang-orang yang tulus menyayangi. Hari demi hari, aku berjuang sendiri. Menguatkan hati dan menata lagi mimpi-mimpi. Aku berusaha terus berdiri. Menginjak semua luka-luka. Menelan rasa sesak dan sakit hati. Waktu yang aku lalui menjadikanku lebih kuat dari yang dulu. Aku pun tak pernah lagi menangisi kita.

Kehilanganmu membuatku lebih berhati-hati mencintai dan memilih pengisi hati.

Aku tidak menyesal mengenal dan mencintaimu. Aku juga tidak ingin memutar waktu untuk mencegah pertemuan kita. Sebaliknya, aku ingin berterima kasih padamu. Terima kasih telah memberiku pelajaran yang berharga di kehidupan. Sekarang, aku paham bahwa kita tidak boleh mencintai berlebihan. Menganggap seseorang semesta kita. Menomorsatukan dia dan menganggap segalanya. Itu benar-benar kebodohan belaka. Aku ingin berterima kasih sekali lagi. Kamu telah mengajariku agar lebih berhati-hati. Memilih pengisi hati ternyata bukan hal yang mudah. Sulit menemukan seseorang yang sanggup bertahan dengan janji. Seseorang yang tidak mudah berbelok hati. Seseorang yang berusaha memperbaiki bukan mengkhianati. Aku janji akan lebih berhati-hati dalam mencintai dan memilih pengisi hati.

Kehilanganmu mengajariku tentang kesabaran.

Aku tidak dendam padamu dan pilihanmu yang baru. Aku hanya sedikit kecewa. Tenang saja, aku tak akan membalas sakit di hati. Berusaha menghancurkan kebahagiaanmu dengannya. Aku tak akan setega itu. Kini, aku semakin paham dengan arti kesabaran. Berusaha menerima segalanya meski pahit dan menyakitkan. Belajar tidak membenci meski dikhianati. Aku benar-benar belajar berlapang dada. Saat harapanku tentang kita direbut orang lain. Tidak berbalik menyakiti meski disakiti. Aku benar-benar belajar mengikhlaskan. Saat kebahagiaanku diambil dengan tega oleh orang lain.

Dan pada akhirnya pula yang mapanlah yang menjadi pilihanmu.

Kamis, 30 Maret 2017

ALASAN WANITA MUDAH BERPINDAH KELAIN HATI

Hubungan memang tidak selamanya bahagia, ada waktunya kita mengalami titik terendah ketika bersama. Dalam hal ini diperlukan keinginan dari kedua belah pihak agar hubungan dapat bahagia kembali seperti sedia kala. 

Ketika berada di titik terendah dalam hubungan tersebut, ada kemungkinan pasangan kita berbagi kesedihan dengan orang lain, apalagi berbagi dengan lawan jenis. Hal ini dapat mengakibatkan perselingkuhan yang dapat dengan mudah terjadi. 

Untuk itu, ada baiknya kita tidak berbagi kesedihan dengan orang lain, agar masalah kita dapat diselesaikan dengan cepat. Karena kalau tidak diselesaikan dengan cepat, kemungkinan salah satu pasangan bisa pindah ke lain hati.

Berikut alasan wanita dapat pindah ke lain hati dengan cepat.

Mudah dekat dengan orang lain

Ketika dia menyadari dan dekat dengan seseorang, tidak perlu waktu yang lama untuk memberikan rahasia kepada orang tersebut. Karakteristik ini yang dapat membuat wanita dengan mudah pindah ke lain hati, apalagi orang tersebut di anggap lebih mapan.

Dapat dengan mudah mencari dukungan emosional

Wanita lemah ketika ingin mencari dukungan emosional kepada orang lain. Dia mengharapkan untuk mendapatkan perhatian maksimal dalam suatu hubungan. Jika dukungan emosional kurang didapatkan dari pasangan, ada kemungkinan wanita akan mudah pindah ke lain hati.

Bisa tertarik kepada orang lain karena perhatian

Ada kemungkinan wanita bisa tertarik kepada orang lain karena mendapatkan perhatian. Ingat, ketika kita kurang memberikan perhatian kepada  pasangan, akan ada kemungkinan wanita mencari perhatian dari orang lain.

Suka dengan pujian

Wanita cenderung suka dengan pujian dan sentuhan genit. Walaupun hanya bercanda dengan pria lain melakukan hal tersebut, dan tidak ada keinginan untuk serius, tapi akhirnya wanita bisa melakukan selingkuh dari hal kecil tersebut.

Suka curiga

Ketika wanita menemukan kecurigaan dari pasangan, wanita kemungkinan akan balas dendam dengan cara selingkuh. Bahkan kecurigaan sedikit tentang kita, bisa membuatnya jatuh hati ke orang lain.

Begitulah kira-kira..

RODA BERPUTAR

Aku memang tak bisa membuat semua orang suka kepadaku. Ada kalanya aku harus menerima dari orang yang merasa tidak suka kepadaku, meski hal itu sama sekali tidak dibenarkan. Ketika hinaan datang kepadaku sakit hati sudah pasti ku rasakan.
Namun aku tak pernah jadikan hal tersebut sebagai beban yang menghambatku untuk berkembang.

Kalian boleh hina aku sekarang, kalian boleh menertawakanku sekarang.
Namun akan ku jadikan itu sebagai pemicu semangatku. Untuk membuktikan kepada kalian yang pernah meremehkanku, bahwa aku sama kuatnya dan akan lebih berhasil dari kalian..!

Rabu, 29 Maret 2017

BERSOSIAL

Sebagai makhluk sosial kita tentu harus bergaul dengan manusia lain. Kemudian, mau tidak mau kita akan terpengaruh oleh mereka. Dan dakwah datang untuk mempengaruhi orang lain menempuh jalan kebenaran. Melakukan kebaikan dan menebarkannya. Mencegah kemungkaran dan memusnahkannya. Karena dakwah tak harus ceramah, maka banyak sekali manuver dakwah yang bisa kita lakukan. Yang penting niat ikhlas dan pesan yang disampaikan itu bersumber (berdalil), bismillah mulai!

1- KELUARGA. Orang yang paling dekat dengan kita. Kita menyayangi mereka bukan? Maka janganlah kita biarkan mereka terjatuh dalam kesalahan. Apa yang kau takutkan dari keluargamu? Tinggal kita poles caranya saja. Sebagaimana kita berkumpul di dunia ini dalam ikatan keluarga, semoga di surga nanti juga seperti ini. Jangan egois dong!

2- TEMAN DEKAT. Bahasa teman biasanya mudah dimengerti. Karena dia sebaya dan merasakan serta mengalami yang seperti kita alami. Banyak remaja mudah terpengaruh dengan temannya. Nah, kenapa kita tak beri pengaruh baik? Toh itu juga sebagai wujud bahwa kita adalah ‘teman’ bukan ‘perusak’. Bukan hanya dalam senang kita berteman, tapi dalam semua keadaan. Betapa indahnya pertemanan yang dijalin dengan ikatan Islam.
GURU. Guru memberi kita ilmu dan mengajarkan kita bertingkah laku. Itu lazimnya. Jika begitu, apa alasan kita meninggalkannya saat salah? Bukankah guru juga manusia? Harus ada timbal baliknya. Kita harus peduli pada guru kita juga.

3- ANAK-ANAK. Dunia mereka adalah bermain. Tapi ada satu keistimewaan mereka, yaitu ‘rasa ingin tahu’. Maka buatlah suatu hal yang memancing keingintahuan mereka. Sampaikan sesuai kemampuan akal mereka. Sambil santai dan rileks, kita ajak mereka pada kebaikan.

4- KENALAN. Berapa tahun sudah berjalan? Berapa kenalan yang kita jumpai? Tidakkah terbetik di hati kita untuk berbagi dengan mereka? Apakah kita rela kesalahan, keburukan dan dosa senantiasa beserta mereka tanpa kita ingatkan, dan mereka tak tahu. Bisa saja dengan kita beritahu dia mau meninggalkan keburukan itu. Kenapa tidak kita coba?

5- ORANG JAUH. Yang tidak kita kenal. Baik yang telah kita jumpai maupun belum. Misalnya orang-orang yang sering berpapasan dengan kita di angkot, pasar, perkantoran, di jalanan dan lainnya. Atau orang yang belum pernah kita jumpai. Seperti orang di dunia maya.

6- TARGET LAINNYA. Anak sekolah, mahasiswa, pegawai, petani, pedagang, artis, penyanyi, dan lainnya.
Semoga dengan nasehat yang kita berikan bisa membuatnya dan diri kita juga menjadi lebih baik. Kalaupun tak mereka terima ya tak apa-apa. Toh kita akan tetap dihitung beramal shaleh.

Wallahu a’lam.

UNTUK PARA PENCARI NAFKAH KELUARGA


Jangan patah semangat, jangan putus asa dari rahmat Allah,

Mungkin kamu tidak tahu dimana letak rezekimu. Tapi rezekimu tahu dimana kamu berada. Dari langit, laut, gunung, dan dari lembah-lembah, Allah akan memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rezekimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Sesungguhnya setiap makhluk tidak akan wafat sebelum Allah lengkap dan sempurnakan rezekinya sesuai catatan di Lauhil Mahfudz.

Ketahuilah sebelum peniupan ruh, Setiap hamba dituliskan untuknya tentang rezekinya, ajalnya,amalnya, apakah dia orang yang celaka atau berbahagia.

Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu.

Apabila datangnya rezeki itu terlambat janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya.

Tugas kita bukan mengkhawatirkan rezeki atau berburu untuk memiliki melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karuniaNya.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rezeki bukanlah yang tertulis dalam angka tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati).

Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rezeki tak selalu terletak di pekerjaan kita, karena Allah letakkan dan berikan sekehendakNya.

Bukankah Siti Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa, tapi air Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya!

Sekali lagi.. yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya dan menjawab soalanNya, "Buat apa?"

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, ia lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di'adzab.

Oleh sebab itu, Jangan pernah patah semangat dan berputus asa, Yakinlah atas kekuatan dan ke Maha Kayaan-Nya, Sungguh setiap keringat yang kamu cucurkan untuk nafkah halal  tidak akan disia-siakan-Nya.

Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami).

Wallahu A'laam Bis Shawab.

Selasa, 28 Maret 2017

SAAT ISLAM DIHINA

Islam membolehkan, bahkan menganjurkan kepada pemeluknya untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang kafir, seperti membantu urusan mereka, menyambung tali silaturahim, saling membagi makanan, dan lainnya. Tapi dengan syarat, selama mereka tidak memerangi agama Allah dan tidak mengusir umat Islam dari negeri mereka.
Namun apabila orang kafir sudah berani menghina Allah, Rasul-Nya, dan ajaran Islam; memerangi kaum muslimin karena agama mereka, dan mengusirnya dari negeri mereka, maka umat Islam tidak boleh berbaik-baik dan bermuka manis kepada mereka, sebaliknya harus mengumandangkan permusuhan terhadap mereka. Allah Ta'ala berfirman:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim." (QS. Al Mumtahanah: 8-9)


Apabila orang kafir sudah berani menghina Allah, Rasul-Nya, dan ajaran Islam; memerangi kaum muslimin karena agama mereka, dan mengusirnya dari negeri mereka, maka umat Islam tidak boleh berbaik-baik dan bermuka manis kepada mereka, sebaliknya harus mengumandangkan permusuhan terhadap mereka.

Apa yang Harus Dilakukan Umat Islam
Jika orang kafir sudah berani menghina Islam dan syiar-syiar (simbol-simbol)-nya, berarti mereka mengumandangkan perang terhadap kaum muslimin. Karenanya, umat Islam wajib melakukan pembelaan kepada agamanya.
Banyak keterangan dari para ulama Islam terdahulu yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap orang-orang yang menghina agamanya. Bahkan sebagiannya menukilkan kesepakat ulama dalam menyikapi orang tersebut, seperti imam al Khathaabi. Beliau mengatakan,
 "Aku tidak mengetahui seorang pun di antara kaum muslimin yang berselisih pendapat tentang wajibnya membunuh orang yang menghina Allah dan Rasul-Nya."

Diriwayatkan dari Husain, bahwasanya Ibnu Umar berkata,
 "Barangsiapa mencaci Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka dia harus dibunuh." Sampai pada perkataan beliau, "Dengan keharusan inderawi dan penglihatan, kita mengetahui bahwa jika mereka secara terang-terangan menghina Allah Subhanahu wa Ta'ala, atau menghina Rasul shallallahu 'alaihi wasallam, atau menghina sesuatu dari agama Islam, berarti mereka telah merendahkan kita, menghinakan kita dan bahkan menghina agama kita. Dengan demikian, mereka telah merusak perjanjian dan membatalkan dzimmah(jaminan perlindungan) mereka. Jika  mereka membatalkan dzimmah mereka, maka tidak ada keraguan lagi bahwa darah, tawanan, dan harta mereka telah halal."

Imam Ahmad pernah mengatakan,"Barangsiapa mencaci Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan melecehkannya –baik dia seorang muslim atau kafir- maka dia wajib dibunuh. Saya berpandangan bahwa dia langsung dibunuh dan tidak perlu diminta untuk bertaubat lebih dulu."
Beliau juga mengatakan,
"setiap orang (kafir dzimmi) yang melanggar perjanjian dan membuat perkara baru di dalam Islam, maka orang seperti ini menurutku wajib dibunuh. Karena bukan untuk hal itu mereka diberi perjanjian dan jaminan perlindungan."
Demikian juga dengan Abu Shafra' yang berkata,
"aku bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad bin Hambal) perihal seorang lelaki ahli dzimmah yang mencaci Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, apa yang harus dilakukan terhadapnya? Beliau menjawab, "Jika perbuatannya itu terbukti, maka orang yang mencaci Nabi, baik dia seorang muslim ataupun kafir, dia harus dibunuh." Dan beliau beralasan dengan hadits seorang buta yang membunuh budak wanitanya dengan beralasan, "aku mendengar dia mencaci Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."
Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang seorang Yahudi ahli dzimmah yang kebetulan melewati seorang muadzin, lantas ia berkata, "bohong kamu." Beliau menjawab, "dia harus dibunuh, oleh karena dia telah mencerca." (Dinukil dari Fatwa Mati Buat Penghujat, Abdul Mun'im Halimah "Abu Bashir" hal. 52-59)

Jumat, 24 Maret 2017

MUSIM ORANG TERBALIK

Bila orang miskin sedang belanja di toko parcel maka ia akan minta dibuatkan parcel yang bagus dan mahal, karena parcel akan dihadiahkan ke bosnya.

Bila orang kaya raya sedang belanja di toko parcel maka ia akan minta dibuatkan parcel yang paling murah karena itu akan dihadiahkan ke karyawan- karyawan bawahannya.

Pertanyaan menariknya adalah : Siapa yang lebih miskin dan siapa yang lebih kaya dan siapa yang lebih baik?

Begitulah manusia.... berpikirnya sering terbalik-balik. Kepada orang yang seharusnya pantas disantuni, justru kita jadi sangat pelit.
Kepada orang yang berkelimpahan harta, kita justru jadi sangat royal.
Kepada orang lemah/bawah yang seharusnya kita berlemah lembut kepadanya, justru kepadanya kita jadi sangat kasar dan jahat dalam ucapan maupun sikap.
Kepada orang yang sepantasnya kita tegur karena kesombongan dan kejahatannya, justru kita jadi sangat hormat.
Kepada orang yang setiap hari makan mewah, kita mengundangnya dalam pesta dengan suguhan makanan yang 'wah' dan melimpah.
Kepada orang yang hari ini bisa makan dan besok bisa jadi dia lapar, justru kita memberinya makanan sisa yang kita sendiri sudah ogah.

Padahal kata Nabi SAW:
"Seburuk-buruk makanan adalah makanan walimah yang mana orang yang tidak membutuhkannya diundang, sedang orang yang menginginkannya tidak diundang"

Begitulah kebanyakan manusia. Sering berpikir terbalik-balik

Saya jadi teringat dengan pesan hati:
"Bila mau mengukur kebaikan seseorang, lihatlah cara dia memperlakukan orang-orang dibawahnya atau orang-orang yang tidak memberi keuntungan apapun kepadanya"

Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang yang "terbalik", dan selalu memperbaiki untuk menjadi umat yang terbaik.
Aamiin..

DIBALIK SENYUM AKU MENANGIS..

Cinta ..
Lima huruf yang mampu membuat seluruh hidupku berubah. Hidup yang dulunya hitam putih, namun setelah aku mengenal cinta, hidup ini berubah menjadi berwarna. Cinta juga yang membuatku patah hati, sedih, dan kecewa.

Berawal dari cinta yang selama ini aku nantikan, tak pernah tergapai karena aku tahu itu semua hanyalah mimpi. Dan satu hal yang paling menyakitkan adalah saat orang yang masih dan benar-benar aku cintai pergi, mengabaikan, tanpa mau tahu bagaimana perasaanku.

Dari itu aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang bukan untukku, yang selalu membuatku terpuruk adalah menyadari bahwa aku bukanlah orang terpenting bagi seseorang yang selama ini ku anggap penting dalam hidupku.
Jujur aku sayang padamu, namun apalah daya aku hanya bisa menjagamu dari kejauhan. Karena aku tersingkir oleh orang-orang yang lebih bisa membuat kamu bahagia. Terkadang ada saat dimana aku harus menghadapi semua dengan sendiri, meski hati menangis tak ada pilihan lain selain berusaha tegar dan keadaan memaksaku harus kuat meski sebenarnya aku tak mampu.
Terkadang aku hanya diam dalam meratapi nasib cinta ini. Itu karena aku mulai kecewa dengan keadaan cintaku ini yang begitu rumit dan tak aku mengerti apa maksud dari semua ini.
Jika aku boleh memilih, aku lebih baik memilih untuk tidak mengenal kamu dari pada harus melupakan kamu, karena itu sangat sulit bagiku. 

Aku tengah kehilangan konsep kehidupanku, sehingga aku merasa mati berulang kali sebelum ajalku datang, itu semua karena hatiku adalah korban dari cinta. Namun alasan aku masih bernafas sampai saat ini karena disetiap nafasku aku merindukanmu.

Selasa, 21 Maret 2017

BIARLAH SENDIRI...

Silahkan pergi....
Biarlah Aku sendiri
Aku kan tetap berdiri
Meskipun semua pergi
Aku muak dengan kemunafikan
Yang selalu bertopengkan kebaikan
Padahal semua busuk
Tak seharum yang ku pikirkan
Lepaskanlah kemunafikan
Lenyapkanlah kepura-puraan
Jangan menikam dari belakang
Jika kau berani hadapilah didepan
Ku tak butuh siapapun dibumi
Yang ku butuhkan hanyalah Illahi Rabbi
Dan keluargaku yang terkasih
Jika nantiku mati
Akupun juga akan sendiri
Dan berteman iman dalam hati

Saatnya aku pergi..
Untuk meniti hari
Walau tanpa kata pasti
Setidaknya takkan lagi ku dengar lolongan anjing jalanan.

Jumat, 17 Maret 2017

WANITA OH WANITA...

WANITA SUKA DI MANJAKAN DENGAN HARTA DAN CINTA

Pria kaya raya punya banyak cara untuk memanjakan wanita dengan uang mereka. Siapa sih yang bisa menolak hadiah pakaian dan kosmetik mahal. Sebagian besar wanita pasti menyukai pemberian semacam itu. Maka dari itu, pria kaya dan berkuasa sangat mudah menggaet wanita idaman mereka.


WANITA SUKA STATUS SOSIAL YANG BAGUS

Selain faktor uang, status menjadi alasan utama kenapa wanita suka pria kaya dan berkuasa. Tidak semua wanita berpikir demikian. Namun, sebagian besar wanita menganggap bahwa status sosial itu sangat penting dan di atas segala-galanya.


INGIN MENCAPAI CITA-CITA DENGAN GAMPANG

Pria menjadi simbol penguasa di dunia. Ketika sebagian wanita bekerja keras untuk mendapatkan kekuasaan, pria dengan mudah dapat mewujudkannya. Nah, cara tercepat untuk menggapai kekuasaan adalah melalui bantuan pria. Tipe wanita ambisius tentu akan melakukan segala cara untuk meraih impiannya.


MENJADIKAN PRIA MAPAN DAN BERKUASA SEBAGAI TANTANGAN CINTA

Segala sesuatu yang berhubungan dengan kekuasaan selalu berhubungan dengan bahaya. Sebagian wanita suka tantangan dan merasa bangga jika berhasil menghadapinya.


WANITA SUKA PRIA YANG TAMPAK TEGAS DAN BERKUASA

Seorang pemimpin selalu tampak gagah dan perkasa. Apalagi kalau kinerja kepemimpinannya memang benar-benar diakui dan terbukti berhasil. Kebanyakan wanita suka tipe pria semacam ini. Selain tegas dalam memimpin, wanita suka pria yang bisa mengayomi dan senantiasa membimbing dirinya.


Beberapa Alasan Mengapa Wanita Lebih Menyukai Pria Mapan dan Berkuasa diatas tentunya bisa menjadi pelajaran bagi kamu sebagai seorang pria. Bahwa ketulusan hati dan cinta saja tidak cukup jika kamu ingin mendapatkan wanita yang benar-benar mencintai kamu. Ada sisi lain yang harus kamu penuhi agar si wanita benar-benar menjadikan kamu sebagai sosok pria yang mereka idamkan, yaitu kemapanan dan kekuasan. Tidak hanya mapan dan berkuasa dalam cinta, tetapi juga mapan dan berkuasa dalam memenuhi segala kebutuhan dan keinginan pasanganmu.

Selasa, 14 Maret 2017

AKHLAK ORANG BERILMU

Orang yang berilmu memiliki kewajiban yang sangat besar dalam mengajak manusia kepada kebaikan. Dia menjadi contoh bahkan panutan oleh manusia. Oleh karena itu maka wajib baginya  menunjukkan dan menjaga akhlak yang mulia. Diantara akhlak yang harus dipeliharanya adalah :   

 

Pertama : Bersifat tawadhu’

Tawadhu’ atau merendahkan diri adalah sikap yang selalu dijaga oleh seorang yang berilmu. Ini menjadi penguat bagi dirinya untuk meyakinkan orang lain menerima kebenaran yang disampaikannya.

Allah berfirman : “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyukai orang orang yang sombong dan membanggakan diri”. (Q.S Luqman 18)

Imam al Mawardi berkata : Adapun yang wajib bagi para ahli ilmu adalah berhias dengan akhlak yang pantas baginya. Diantaranya adalah sifat tawadhu’ dan menjauhi sifat ujub. (Adabud Dun-ya wad Din)

Kedua :  Senantiasa mengamalkan ilmunya.

Diantara sifat orang berilmu adalah tidak pernah lalai dalam mengamalkan ilmunya karena Allah telah mengingatkan :   “Yaa aiyuhal ladziina aamanuu lima taquuluuna maa laa taf’aluun. Kabura maqtan ‘indallahi an taquuluu maa laa taf’aluun”. Wahai orang orang yang beriman ! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ?. (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu kerjakan.  (Q.S ash Shaaf 2-3).

Syaikh as Sa’di berkata : Apakah kondisi tercela seperti ini pantas bagi orang-orang yang beriman ?. Bukankah amat besar murka Allah pada orang yang mengatakan sesuatu namun tidak dikerjakannya. Oleh karena itu orang yang menyuruh berbuat baik seharusnya menjadi orang yang pertama mengamalkannya. Dan orang yang melarang kemungkaran seharusnya menjadi orang yang paling jauh dari kemungkaran itu. 

Ketiga : Menyadari bahwa dia memiliki banyak kekurangan dan kelemahan.

Seorang berilmu harus memahami bahwa ilmunya sangatlah sedikit. Sungguh dia selalu menyadari bahwa ilmu yang dimilikinya sangat jauh dibawah ilmu orang lain. Dia sangat paham bahwa masih sangat banyak orang yang memiliki ilmu yang lebih dibanding dirinya. Seorang ‘alim tidaklah akan pernah mengatakan bahwa dia yang paling mengetahui segala galanya.

Sungguh Allah telah berfirman : “Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki dan diatas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui”. (Q.S Yuusuf 76). 
  

Allah berfirman : Wamaa uutiitum minal ‘ilmi illaa qaliilaa”. Sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.  (Q.S al Isra’ 85).

Oleh karena itu orang yang berilmu tidak pernah merasa malu untuk mengatakan saya tidak tahu. Justru jika dia mengatakan tidak tahu untuk sesuatu yang memang dia tidak tahu adalah merupakan penghormatan dan penghargaanya terhadap ilmu. Ini juga merupakan ujud dari kesadarannya bahwa dia memiliki kelemahan dan kekurangan.

Dengan menyadari bahwa dia banyak kekurangan dan kelemahan maka ini menjadi pendorong yang kuat baginya untuk terus belajar meskipun telah lulus dari beberapa strata pendidikan formal maupun yang tidak formal. 

Keempat : Ikhlas dalam mengajarkan ilmunya.

Seorang yang ‘alim senantiasa menjaga niatnya dalam mengajarkan ilmunya. Tiada yang dia inginkan dalam mengajarkan ilmu  kecuali mencari ridha Allah. Seorang yang berilmu selalu berusaha membersihkan niatnya sehingga terus terjaga keikhlasannya.

Oleh karena itu pendorong paling utama dan sangat mendasar bagi seorang yang berilmu dalam mengajarkan ilmunya adalah menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, tidak tujuan lain apalagi perkara duniawi.

Sungguh Allah telah berfirman : “Wamaa umiruu illa liya’budullaha mukhlishiina lahuddiina hunafaa’. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama  yang lurus. (Q.S al Baiyyinah 5).

Rasulullah bersabda : “Innallaha la yuqbalu minal ‘amalu  illa ma kana lahu khalisa wabtughiya bihi wajhuhu.” Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni (ikhlas) untuk-Nya. (H.R an Nasa’i, lihat Silsilah ash Shahihah).

Imam Ibnul Qayyim memberi nasehat : Hendaknya (seorang hamba) tidak mencampur amalannya dengan campuran campuran perusak berupa keinginan jiwa. Ingin agar dilihat oleh manusia, ingin dipuji oleh mereka. Hendaknya  lari dari keinginan mendapatkan pengagungan dari manusia atau keinginan mendapat harta manusia  atau ingin dapat bantuan dari mereka atau selain itu dari tujuan tujuan yang rusak yang bermuara pada keinginan selain Allah Ta’ala dengan amalannya, apapun bentuknya.     

Kelima : Menjaga akhlak dalam majlis ilmu.

Diantara akhlak seorang berilmu dalam bermajlis adalah lemah lembut. Dia senantiasa mengedepankan kelemah lembutan dalam bermajlis dan juga  dalam beramar makruf ataupun dalam mencegah kemungkaran. Kelembutan sering membuat  seseorang mau menerima kebenaran. Sebaliknya sikap keras akan membuat orang orang menjauhkan diri.

Allah berfirman : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”  (Q.S Ali Imran 159)

Selain itu, diantara akhlak seorang berilmu dalam majlis adalah selalu berusaha untuk menyampaikankebenaran dengan sabar yakni kebenaran berdasarkan dalil. Dan kebenaran bukanlah pendapat seseorang atau kelompok kecuali jika disandarkan kepada nash atau dalil yang shahih.

Allah berfirman :  “Al haqqu min rabbika, fala takunannaa minal mumtariin.” Kebenaran (sesuatu yang hak) itu dari Rabb-mu, maka janganlah kamu menjadi orang yang ragu-ragu. (Q.S al Baqarah 147). 
  

Keenam : Tidak bakhil dalam menyampaikan ilmu

Seseorang yang dermawan dengan hartanya adalah orang yang terpuji. Begitupun orang yang dermawan atau tidak bakhil dengan ilmunya tentulah lebih terpuji lagi karena ilmu jauh lebih berharga daripada harta.

Imam Ibnul Qayyim berkata : Termasuk kedermawanan dalam ilmu, bila ada yang bertanya kepadamu tentang suatu permasalahan maka hendaklah engkau menjawabnya dengan jawaban yang memuaskan. (Madaarijus Saalikin) 

Orang orang berilmu sangatlah paham bahwa terdapat larangan keras untuk menyembunyikan ilmunya. Allah berfirman : “Sungguh, orang orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan keterangan dan petunjuk setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (al Qur an) mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula)  oleh mereka yang melaknat.  (Q.S al Baqarah 159)

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah  bersabda : "Barangsiapa yang mengajak orang kepada suatu jalan yang baik, maka dia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosanya orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun".(H.R Imam Muslim).

Dan hadits ini adalah pendorong dan pemberi semangat bagi orang orang berilmu untuk senantiasa menyampaikan ilmunya kepada kaum muslimin.

Ketujuh : Zuhud dalam perkara dunia.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : Zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat untuk akhirat.

Imam Ibnu Jamaah al Kinani berkata : Hendaknya orang yang berilmu berakhlak dengan perangai kezuhudan dalam perkara dunia. Mengambil sedikit dari dunia sesuai kemampuan yang tidak membahayakan dirinya karena apa yang dia ambil sedikit dari perkara dunia dengan qanaah bukanlah termasuk tanda mencintai dunia. 

Imam al Mawardi berkata : Diantara ahklak ahli ilmu adalah hendaknya dia membersihkan dirinya dari syubhat dalam mata pencarian. Hendaknya dia qanaah dengan apa yang mudah baginya dalam mencari rezki tidak rakus dengan keinginan. Sebab terjatuh ke dalam syubhat mata pencarian adalah sebuah dosa dan rakus dengan keinginan adalah kehinaan. (Adab Dun-ya wad Din).

Inilah  akhlak yang dipegang dan selalu ada pada diri orang orang berilmu dari dahulu sampai sekarang.

Demikianlah diantara akhlak orang orang yang berilmu. Wallahu A’lam..

BIOGRAFI SYEKH ISMAIL UTSMAN ZEIN AL-YAMANI (AYAHANDA MUHAMMMAD BIN ISMAIL AL-YAMANI) FIGUR ULAMA YANG KONSISTEN TERHADAP MANAJEMEN WAKTU


Syekh Ismail Usman Az-Zein termasuk salah satu ulama’ yang ‘Alim sekaligus ‘Allamahpada zamannya. Kemasyhuran dan kebesaran beliau di mata para ulama begitu tinggi dan terkenal sampai ke Mesir, Yaman, Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia, sehingga tak ayal lagi kalau banyak santri dan murid beliau menjadi ulama’ besar, sebagai penerus perjuangannya yang tidak lain hanya untuk Izzil Islam wal muslimien.

Nama lengkap beliau adalah Ismail Bin Utsman Bin Ali Bin Salim dari jalur ayah, sedangkan dari jalur ibu, Ismail Bin Layla binti Umar Bin Ali Bin Salim. Jadi ayah dan ibu beliau masih ada ikatan keluarga sepupu. Adapun Az-zein adalah fam yang diambil dari nama kakek beliau yang ketiga belas yaitu syekh Zain Bin Ismail al-Hadhromi, Salah satu ulama’ Fiqh yang terkenal dalam madzhab Syafi’ie.

Banyak ulama’ Syiria, Mesir dan Yaman mengutip pendapat beliau di dalam karya-karya mereka. Hal inilah yang menunjukkan bahwa beliau adalah ulama’ yang alim sekaligus allamah. Begitu juga beliau adalah salah satu waliyullah dengan banyak memiliki karomah dan keistimewaan serta ahli ibadah. Dari keterangan tersebut dapatlah diketahui bahwa Syekh Ismail Usman Zein Al-Yamani adalah keturunan orang alim dan waliyullah. Dan menurut salah satu riwayat, beliau masih keturunan Saif Bin ziyadzan yang notabene adalah raja di Yaman sebelum Rasulullah SAW diutus sebagai nabi.

KELAHIRAN BELIU

Beliau lahir pada bulan Rabiul Awwal Tahun 1352 H di kota Dhohi salah satu kota di Yaman dan di tempat inilah yaitu Syekh Ismail Al-Hadromi dan Sayid Ahmad bin Isa Al-Muhajirdikebumikan. Adalah merupakan salah satu kelebihan dari kota Dhohi ini adalah adanya cahaya yang selau bersinar, baik siang hari ataupun malam hari, sehingga apabila ada penguburan jenazah di malam hari biarpun tanpa sinar rembulan tidak membutuhkan penerang lagi karena adanya cahaya tersebut. Terlepas dari keajaiban itu semua kota ini dikenal sebagai kota yang sebagian besar penduduknya hafal Al-Qur’an di luar kepala.

Syekh Ismail disamping kaya dengan ilmu beliau juga kaya akan saudara karena beliau sendiri memiliki 13 saudara, namun semua meninggal dimasa ayah beliau masih hidup kecuali beliau sendiri dan adiknya yaitu Syekh Muhammad bin Usman. Ayah beliau sangat optimis sekali bahwa kelak Ismail kecil akan menjadi orang besar sekaligus ulama’ kenamaan. Oleh karena itu beliau selalu dijaga dan dibawa kemanapun ayahnya pergi, dengan tujuan supaya tidak menghabiskan waktu dengan bermain. Acapkali ayah beliau meminta do’a kepada orang yang alim dan sholeh semata-mata untuk mendapatkan barokah dari orang tersebut.

Dari itulah sosok Ismail kecil berbeda dengan teman sebayanya. Pada tahun 1366 H ayah beliau wafat, ketika itu Ismail kecil masih berumur 14 tahun, namun dalam usia yang masih belia ini, Ismail kecil telah menghafal sekaligus memahami beberapa ilmu dan kitab, diantaranya adalah Ilmu Fiqh dan Nahwu serta kitab Safinah, bafadhol, Matan Jurmiyah, Aqidatul Awwam dan Dzurrotul-yatimah. Setelah ayah Ismail kecil wafat, beliau meneruskan studinya di madrasah hukumiyah al-Itbtidaiyyahdan dalam kurun 4 tahun ini, Ismail kecil terkenal dengan kepintaran dan kecerdasannya sehingga dia selalu menjadi bintang pelajar di madrasah itu.

Dengan prestasi inilah guru-gurunya merasa bangga dan memuji kepintaran sertakecerdasannya. Setelah menamatkan pendidikannya di madrasah tersebut, Ismail kecil melanjutkan belajarnya kepada ulama-ulama yang ada di kota Dhohi’ tersebut secara menyeluruh, beliau belajar kitab yang lebih luas referensinya serta berguru kepada syekh yang lebih alim baik yang berasal dari kota tersebut maupun kepada ulama' pendatang.

Walaupun beliau sendiri termasuk santri yang yunior tetapi beliau tidak pernah minder. Beliau berani bergabung dengan yang lebih senior walaupun acapkali beliau dpandang sebelah mata, sehingga pada akhirnya beliau menjadi orang yang lebih pintar dan paling paham diantara mereka. Apabila salah satu dari mereka tidak mengerti atau kurang paham, beliau selalu menjadi rujukan di dalam mudzakkaroh ataupun diskusi-diskusi.

Saking cinta dan semangatnya di dalam belajar, beliau banyak menghafalkan kitab-kitab yang menjadi muqorror dalam halaqoh ilmiyahserta sangat antusias dalam memperhatikan penjelasan-penjelasan gurunya, sehingga pada akhirnya beliau banyak hafal kitab-kitab dasar di dalam bidang Fiqh, Nahwu, Shorrof, Tauhid, Faroid dan lain sebagainya. Dalam kurun waktu 5 tahun atau sekitar 19 tahun dari umur beliau, beliau sudah bisa memberikan fatwa dan menjadi rujukan ulama’-ulama’ Yaman pada waktu itu. Dan sejak saat itulah beliau tidak pernah melalaikan waktu sedikitpun. Beliau banyak memfokuskan diri dalam belajar dan memahami semua ilmu yang beliau pelajari.

Diantara kebiasaan beliau yang sangat mengagumkan adalah beliau termasuk orang yang sangat teliti dan telaten dalam mempelajari kitab-kitab yang beliau pelajari dari gurunya serta memahami semua isinya sampai ke akar-akarnya. Beliau juga tidak pernah lepas dari wudlu’. Kegiatan beliau dalam berwudlu’ hanya satu kali di dalam satu hari karena ketika beliau ingin sholat dzuhur, wudlu’ beliau tidak batal sampai waktu sholat subuh tiba. Beliau juga pandai membagi waktu. Semuanya beliau gunakan untuk belajar dan memuthola’ah. Tidak ada watu yang terbuang sia-sia kecuali waktu untuk makan dan tidur. Itu pun beliau tidur selama sehari semalam 60 menit sebelum waktu dzuhur.

PERNIKAHAN BELIAU

Beliau menikah dengan gadis yang sholehah, ahli berpuasa yang tidak lain adalah sepupu beliau sendiri. Walaupun demikian, hal tersebut tidak mengurangi kemauan beliau untuk terus belajar. Karena yang beliau rasakan, manisnya ilmu lebih manis dari pada manisnya berkeluarga. Dan ternyata pernikahan beliau ini tidak berlangsung lama, hanya berkisar 12 tahun karena Istrinya wafat. Setelah 3 tahun pasca kematian istrinya, beliau menikah dengan seorang gadis yang juga sholehah, hafidzah dan berdarah biru. Alhamdulillah, ternyata dari pernikahan ini beliau dikaruniai 9 putra (6 putri dan 3 putra). Diawal tahun 1380 H beliau hijrah ke Makkah al-Mukarromah dengan niat menetap di sana sampai akhir hayat beliau. Dan di Makkah inilah beliau terkenal sehingga banyak ulama’ yang belajar kepada beliau. Seiring dengan perkembangan zaman, ulama’ yang berguru kepada beliau bertambah banyak, karena disamping mengajar beliau juga produktif dalam mengarang kitab. Lalu pada tahun 1382 H, beliau mengajar di madrasah Sholatiyah selama kurang lebih 23 tahun. Syekh Ahmad Barizi mengatakan, kalau beliau merasa sakit tidak ada obat yang dapat menyembuhkan beliau kecuali mengajar dan mengarang kitab. Dan ini telah terbukti berkali-kali.

GURU-GURU BELIAU

Tidak mudah menjadi orang alim, sukses dan terkenal. Semuanya membutuhkan kegigihan, semangat yang tinggi dan ketekunan dalam belajar. Itulah yang dilakukan oleh beliau didalam menuntut ilmu. Banyak sekali guru beliau yang tersambung sanadnya, diantaranya adalah Syekh Sayyid Umar Iwadh, syekh Sayyid abdul Qodir al-Husaimi, Syekh Hasan Bin Muhammad al-Masyyat, Syekh Sayyid abdurRahman Bin Muhammad al-Ahdal, syekh sayyid Husain Bin Muhammad Az-zawwaq, syekh sayyid Alawi al-Maliki, syekh Muhammad Amin Al-Quthbi dan Syekh Muhammad Yasin Bin Isa Al-Fadani.

MURID-MURID BELIAU

Semenjak beliau ke Makkah dan menjadi guru besar, santri beliau makin hari makin banyak terutama mereka yang berasal dari Malaysia, Yaman, Mesir, Arab Saudi dan Indonesia. Lebih-lebih yang berasal dari pulau Jawa diantaranya Syekh Ahmad Damanhuri Arman Banten, Syekh Abdul Hamid Bin Ahmad Pamekasan, Syekh Juwairi Sampang, Syekh Taifur Ali wafa’ Sumenep, Syekh abdus-Salam Bin Abdul Hamid Sidogiri, Syekh Ahmad romli Bin Abdul Mujib Gresik, Syekh Abdul Wahid Zuhdi Langitan, Syekh mahfudz ma’mun Jakarta, syekh Khon Tobroni Bangkalan, Syekh Ahmad Barizi Sampang. Syekh Ahmad Ghozali Sampang dan Syekh Ahmad Kurdi Sampang.

KARYA-KARYA BELIAU

Disamping mengajar beliau juga produktif dalam mengarang kitab, baik berupa nadzom ataupun natsar diantaranya al-Jawabul Wadhih an-Naatsir fil Ghozawaat, dhou’us Syama’ah fie Khusussiyyahtil jumu’ah, Irsyadul Mu’minin fie Fadhoilidz Dzikri, Fathul Malikil jalil ’aba’uuna haditsan qurrotul ’aini dan masih banyak lagi.

WAFATNYA BELIAU

Beliau wafat di makkah pada tahun 1414 H dengan membawa sejuta keberhasilan dalam membina para murid dan segudang karya monumental. Selamat jalan guru, selamat jalan ulama' pewaris nabi, sungguh jasamu tiada ternilai harganya.